Langsung ke konten utama

Postingan

Yang Muda

Saat muda identikkah dengan nongkrong, jalan, berhura-hura dengan uang mencari kesenangan. Bagaimana dengan yang tidak bisa memilikinya, melakukannya atau tidak ada ketertarikan dengan hal-hal itu. Disebutnya dengan ‘tidak asyik denganmu’. Sekedar itukah menjadi muda, wujud aktualisasi menjadi muda bagi yang sudah berkarya dan sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Tidak terpikirkah untuk melakukan sesuatu yang berbeda dengan uang yang sudah kita miliki selain untuk kesenangan pribadi yang sementara. Yang mungkin hanya bertahan sehari saja. Wujud kepemilikan karena dorongan keinginan dan tentunya hanya berkutat dengan hal-hal sendiri. Selagi muda, selagi punya uang sendiri selagi entah apalagi, ternyata hanya seperti itu sajakah. Refreshinglah yang terkadang menjadi alasan, padahal stress atau dorongan dari kerja atau lingkungan juga tidak ada. Menikmati hidup, di saat muda, seperti itukah caranya. Dan pastinya, perbedaan latar belakang, sosial keluarga akan berpengaruh dalam mena...

Biarkan

Biarkan aku menikmati indahnya langit cerah tiada awan yang menghalang biarkan kunyanyikan lagu cinta untuk menghilangkan duka lara melepas gundah gaulana dalam dada biarkan angin menyapa dengan senyum indah mengembang napas ringan yang terhirup ke sukma biarkan jalan yang terbentang akan tetap menghadang takkan patah hati tuk menjera biarkan hati terbias terluka sampai waktu akan membalutnya dengan rajutan bunga cinta yang akan terangkai menjadi akhir bahagia

Puncak itu Semu

Disini, di episode terbaruku, kucoba untuk melihat rangkaian frame dalam episode hidupku sebelumnya. Di suatu tempat dan waktu antara 5 - 6 tahun yang lalu, masih teringat jelas, dimana dalam pikiranku saat itu, aku merasa itulah masa yang terberat dalam hidupku. Aku berkeinginan untuk sesegera mungkin dapat melampauinya, kalau perlu melangkahi masa itu. Keinginanku terlalu besar, bisa dibilang terobsesi. Pernah ada kata 'menyerah' tapi ternyata aku bisa bangkit lagi. Tetapi baru sekarang aku sadar, mungkin itulah proses yang harus aku lalui. Andai aku tidak pernah mengalami tempaan di masa itu aku tidak akan pernah sampai disini. Masih dengan segala kesadaran dan kebodohan yang aku miliki. Satu tempat satu waktu tapi ternyata tiap-tiap orang mempunyai pandangan yang berbeda. Saat ini aku berada di suatu tempat dan waktu yang dulu aku impikan, kalau hidup diibaratkan perjalanan mendaki gunung, mungkin orang akan melihat aku berada di puncaknya. Tapi ternyata, diriku yang dipand...

To be Somebody else

Terkadang di suatu waktu, tempat dan keadaan kita bisa menjadi seseorang yang sangat menyebalkan. Sangat egois dan sensitif.Tak tahu kenapa. Sepertinya situasi dan kondisi sudah menandatangani suatu kontrak perjanjian untuk membuat kita menjadi sosok yang lain. Menyeramkan memang. Tapi itulah yang benar-benar terjadi. Atau mungkin saja sosok itulah diri kita yang sebenarnya. Entahlah. Kalau dibilang egois, aku rasa setiap orang mempunyai sifat itu. Dan dalam perspektif yang berbeda, tiap-tiap orang menentukan batas toleransinya. Perbedaan perspektif itulah yang kadang membuat masing-masing dari kita menjadi bertentangan. Dan tidak mau bersinggungan ataupun berurusan lagi. Kalau dihadapkan pada masalah seperti ini, siapa yang patut disalahkan? Aku sudah tahu jawabnya, tidak ada yang salah. Hanya saja, terkadang sudut pandang kita yang tidak bisa jatuh dalam bidang yang sama. Itu yang jadi masalahnya. Kalau mau saling dibicarakan dan diperluas sedikit sudut pandang kita tadi, jarak antar...

Restart Mode ON

Tidak sabar untuk menuliskannya dan merangkaikannya menjadi untaian kata-kata. Yang mungkin suatu saat akan aku buka lagi, kukenang dan mungkin akan membuatku tertawa. Tulisan tentang keadaanku sekarang yang tidak bisa melakukan apapun, tidak bisa bersikap dan mengambil keputusan. Dan yang dapat kulakukan Hanyalah Diam. Diam tidak bergerak. Hanya mengamati, menghayati dan mengambil arti. Untuk kemudian mulai untuk menikmati. Menikmati dalam diam dan sunyi. Dalam kesendirian dan kesunyian aku menemukan arti. Apa arti dalam diri, yang mungkin selama ini aku cari. Kalau ditanya apakah ini bentuk dari pelarian atau kekecewaan, jawabanku adalah aku tidak tahu. Semakin aku mengerti sesuatu, semakin aku menjadi tidak tahu dan buta akan semuanya. Hari ini aku tahu tentang satu hal, sempat membuatku terhantam, seperti biasa aku mencoba untuk mentoleransi dan berusaha tegar. Aku akan menahannya sampai kutemukan tempat yang nyaman untuk bisa melampiaskannya. Menangis adalah bentuk pengekpresian e...

Menapaki hari di tahun 2009

Detik mulai menghitung menjadi menit dan berubah menjadi jam, kemudian akan berlalu melampaui hari dan bulan akan berganti. Akan terus berlanjut seperti itu dan tidak akan berhenti sampai waktu akan terhenti dengan sendirinya. Di tahun yang baru semua berharap keadaan semakin bertambah lebih baik, hampir setiap orang membuat resolusi untuk menghadapi satu tahun kedepan. Tapi entah mengapa, tahun baru kali ini aku merasa biasa saja, tidak ada yang harus dipersiapkan secara spesial untuk satu tahun kedepan. Tidak ada rencana yang besar apalagi keinginan yang terlalu menggebu. Karena bagiku sekarang, semua berada dalam ketidakpastian. Semakin kesini, aku berusaha untuk akrab dengan segala ketidakpastian. Biarlah semua yang terjadi akan menjadi suatu kejutan yang menyenangkan. Optimis atau pesimis, aku juga tidak tahu tetapi setidaknya aku siap dengan segala apapun yang bakalan terjadi. Entah apakah nanti gembira, sedih, penuh perjuangan atau apapun aku sudah siap. 2009 , I am ready for th...